Kembali ke semua berita

Umum

Wakaf Sumur Bor Untuk Santri dan Warga Di Pelosok Negeri

WakafDQ · 22 September 2026

Bagikan berita ini
Wakaf Sumur Bor Untuk Santri dan Warga Di Pelosok Negeri
Saat musim kemarau tiba, sumur warga dapat menyusut bahkan mengering. Di beberapa wilayah, air yang tersisa pun keruh dan bercampur lumpur ataupun limbah rumah tangga sehingga tidak layak digunakan. Ada pula warga yang harus mengambil air dari sumber yang jauh sekitar 2-3 kilometer atau membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini masih menjadi persoalan di sejumlah daerah. Di Pakusari, Jember, sedikitnya 125 KK terdampak kekeringan. Sumur warga mengalami penurunan debit, sementara sebagian lainnya menghasilkan air keruh bercampur lumpur. Di Sumberbening, Ngawi, wilayah ini juga termasuk daerah yang berulang kali mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih. Sementara di Pamekasan, Madura, kondisi kekeringan pada tahun 2026 berdampak pada 82 desa dan 281 dusun. Bahkan sekitar 70 dusun masuk kategori “Kering Kritis”, dengan jarak permukiman ke sumber mata air lebih dari 3 kilometer. Alhamdulillah, melalui amanah para wakif, program Wakaf Sumur Bor telah terlaksana di beberapa wilayah, di antaranya Aceh Tamiang, Pakusari Jember, Sumberbening Ngawi, Karangrejo Selatan Kabupaten Malang, Grigak Pacitan, dan Pamekasan Madura. Sumur-sumur ini menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan santri dan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, mandi, mencuci, memasak, hingga berwudhu dan beribadah. Di Dusun Karangrejo Selatan, Kabupaten Malang, misalnya, sumur bor sedalam kurang lebih 70 meter telah membantu menyediakan akses air bersih bagi puluhan keluarga. Sementara di Dusun Grigak, Pacitan, sumur bor yang diresmikan Wakaf Dompet Al-Qur’an Indonesia bersama mitra kini menjadi sumber air bersih bagi sekitar 80 Kepala Keluarga. Namun, masih banyak pelosok yang menanti hadirnya sumber air bersih. Mari gotong royong menghadirkan sumber air bersih bagi santri dan warga yang membutuhkan. Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi manfaat yang terus dirasakan, sekaligus menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah). Mari ambil bagian dalam amal jariyah ini. InsyaAllah, setiap manfaat yang dirasakan akan terus mengalir menjadi pahala tanpa putus Aamiin ya rabbal alamin🤲🏻❤️ 💳Rekening wakaf : BSI : 7088 135 107 A.n Dompet Al-Quran Indonesia Konfirmasi: 08994991155
Bagikan berita ini